Contoh Website Sekolah: Struktur untuk TK, SD, SMP/SMA, Pesantren, dan Sekolah Internasional (2026)

Ringkasan: semua contoh website sekolah memuat profil dan akreditasi, informasi PPDB, program unggulan, berita kegiatan, dan kontak. Penekanannya yang berbeda: TK menonjolkan keamanan dan metode bermain, SMA menonjolkan prestasi dan lulusan, pesantren menonjolkan program keagamaan dan asrama.

Kebutuhan website TK berbeda dengan SMA, dan website pesantren berbeda dengan sekolah internasional. Karena itu contoh website sekolah sebaiknya dilihat per jenjang, supaya struktur halaman yang kamu pilih benar-benar menjawab pertanyaan orang tua di jenjang tersebut.

Berikut contoh struktur website sekolah untuk lima jenis lembaga pendidikan.

Kegiatan belajar di TK, ilustrasi contoh website sekolah

Halaman Dasar di Setiap Contoh Website Sekolah

  • Profil, visi misi, NPSN, dan akreditasi
  • PPDB: jadwal, biaya, syarat, formulir
  • Program dan kurikulum
  • Guru dan tenaga pendidik
  • Berita, agenda, dan galeri
  • Kontak dan peta lokasi

Pastikan data NPSN dan akreditasi sesuai dengan portal Data Sekolah.

1. Contoh Website Sekolah TK dan PAUD

Orang tua anak usia dini peduli pada keamanan, kebersihan, dan metode belajar. Tampilkan foto ruang bermain, rasio guru dan anak, jadwal harian, menu makan bila ada, serta program parenting.

Baca juga: Website Sekolah Cibubur: 5 Elemen Penting untuk Menarik Orang Tua

Mau dibantu tim kami? Cek jasa pembuatan website sekolah dari Bikinwebsite.co, lengkap dengan paket dan contohnya.

Lihat paket →

2. Contoh Website Sekolah SD

Fokus pada kurikulum, program karakter, ekstrakurikuler, dan antar jemput. Galeri kegiatan rutin seperti market day atau pentas seni membantu orang tua membayangkan keseharian anak.

Baca juga: 7 Cara Mendapatkan Proyek Kontraktor dari Internet (2026)

Santri belajar di pesantren, bagian dari contoh website sekolah

3. Contoh Website Sekolah SMP dan SMA

Prestasi lomba, data lulusan yang diterima di jenjang berikutnya atau perguruan tinggi, program peminatan, dan fasilitas laboratorium menjadi perhatian utama.

4. Contoh Website Pondok Pesantren

Tambahkan halaman program tahfidz atau kitab, kehidupan asrama, jadwal harian santri, biaya bulanan, dan profil pengasuh. Informasi kunjungan dan perizinan pulang juga sering dicari wali santri.

5. Contoh Website Sekolah Internasional atau Bilingual

Gunakan dua bahasa, jelaskan kurikulum yang dipakai, kualifikasi guru, biaya per jenjang, dan proses admisi termasuk tes masuk.

Fitur dan strategi lengkapnya ada di fitur wajib website sekolah dan strategi promosi sekolah.

Cara Mengumpulkan Materi Website Sekolah dengan Cepat

Hambatan terbesar pembuatan website sekolah biasanya bukan teknis, tetapi materi yang tersebar di banyak orang. Bagi tugas sejak awal: tata usaha menyiapkan data PPDB dan biaya, wakil kepala bidang kurikulum menyiapkan program, dan guru pembina menyiapkan foto ekstrakurikuler.

Siapkan Foto dalam Satu Hari

Jadwalkan sesi foto saat kegiatan belajar berlangsung normal: kelas, laboratorium, perpustakaan, upacara, dan ekstrakurikuler. Minta izin orang tua untuk foto siswa yang wajahnya terlihat jelas.

Baca juga: Fitur Wajib Website Travel Umroh 2026: Izin PPIU, Jadwal, dan Cara Meyakinkan Jamaah

Kumpulkan Prestasi Tiga Tahun Terakhir

Buat tabel sederhana berisi nama lomba, tingkat, tahun, dan juara. Data ini bisa langsung dipindahkan ke halaman prestasi dan dipakai ulang untuk brosur.

Tentukan Admin Sejak Awal

Pilih satu orang yang bertanggung jawab memperbarui berita dan informasi PPDB setelah website online, lalu ikutkan dalam pelatihan singkat pengelolaan website.

Biaya Website Sekolah

Di Bikinwebsite.co, jasa pembuatan website sekolah tersedia mulai Rp1.950.000 (3 halaman), Rp2.750.000 (5 halaman), dan Rp3.500.000 (7 halaman), termasuk halaman PPDB dan formulir online.

FAQ Seputar Contoh Website Sekolah

Siapa yang sebaiknya mengelola website sekolah?

Tunjuk satu admin, biasanya staf tata usaha atau guru TIK, untuk memperbarui berita dan PPDB. Website dibuat agar mudah dikelola tanpa keahlian pemrograman.

Apakah website sekolah harus memakai domain sch.id?

Tidak harus. Domain sch.id memberi kesan resmi, tetapi domain .com atau .id juga bisa dipakai, terutama untuk yayasan dengan beberapa jenjang.

Berapa lama membuat website sekolah?

Umumnya beberapa hari sampai dua minggu, tergantung kesiapan materi seperti foto, profil, dan data PPDB.

Mau website sekolah yang siap untuk PPDB? Lihat paket website sekolah. Mulai Rp1.950.000, termasuk halaman PPDB dan formulir pendaftaran online.

Logo Bikinwebsite.co

TENTANG PENULIS

Tim Editorial Bikinwebsite.co

Tim web developer, desainer, dan SEO dari Bikinwebsite.co, layanan pembuatan website dari LOPOKOPI.CO, agency digital marketing yang berjalan sejak 2016 dan berstatus Google Partner serta Meta Business Partner. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman membangun dan mengelola website klien di berbagai industri.

Menemukan informasi yang keliru atau sudah tidak relevan? Kabari kami lewat halaman kontak. Kenali kami lebih jauh di Tentang Kami.

Hubungi Kami di WhatsApp Klik Disini untuk Konsultasi Gratis!!
Klien Bikinwebsite.co