Ringkasan: Waktu tim penjualan forwarder paling banyak habis untuk bertanya ulang data kiriman. Website freight forwarder yang efektif mengumpulkan data itu sejak awal lewat form berisi asal dan tujuan, komoditas, HS code, berat, volume, Incoterms, dan tanggal siap kirim. Dilengkapi penjelasan layanan FCL, LCL, dan kargo udara, layanan kepabeanan, daftar dokumen, dan pelacakan kiriman.
Daftar Isi
Klien forwarder terdiri dari dua kelompok: perusahaan yang sudah rutin ekspor impor dan pelaku usaha yang baru pertama kali mengirim barang ke luar negeri. Website freight forwarder harus melayani keduanya, dengan form yang efisien bagi yang berpengalaman dan penjelasan yang sederhana bagi pemula.

Fitur Website Freight Forwarder untuk Penawaran
1. Form Permintaan Penawaran yang Lengkap
Tanyakan pelabuhan atau kota asal dan tujuan, jenis barang, HS code bila ada, berat kotor, volume dalam meter kubik, jumlah koli, Incoterms, dan tanggal barang siap. Dengan data ini, penawaran bisa dihitung tanpa bolak-balik pesan.
2. Penjelasan FCL, LCL, dan Kargo Udara
Jelaskan kapan memakai kontainer penuh, kapan berbagi kontainer, dan kapan kargo udara lebih masuk akal. Sebutkan juga cara perhitungan berat volume untuk kargo udara agar klien tidak kaget dengan tagihan.
3. Estimasi Waktu Transit
Perkiraan waktu transit untuk rute yang sering dilayani membantu klien merencanakan produksi dan penjualan.
Fitur untuk Kepabeanan dan Dokumen
4. Layanan Kepabeanan
Uraikan layanan pengurusan dokumen ekspor dan impor, termasuk pemeriksaan ketentuan larangan dan pembatasan untuk barang tertentu. Informasi resmi kepabeanan bisa dirujuk di situs Bea Cukai.
5. Daftar Dokumen per Jenis Kiriman
Invoice, packing list, bill of lading atau airway bill, dan surat keterangan asal barang. Daftar sederhana ini sangat membantu klien pemula.

Lagi cari jasa pembuatan website Freight Forwarder? Tim Bikinwebsite.co bantu dari desain sampai website siap online.
Lihat paket →Fitur untuk Kepercayaan dan Layanan
6. Pelacakan Kiriman
Halaman pelacakan berdasarkan nomor referensi atau tautan ke pelacakan pelayaran dan maskapai mengurangi pertanyaan status.
7. Legalitas dan Jaringan Agen
Tampilkan izin usaha, keanggotaan asosiasi, dan jaringan agen di negara tujuan. Bagi klien, jaringan agen menentukan kelancaran di pelabuhan tujuan.
8. Studi Kasus Kiriman
Ceritakan kiriman dengan tantangan khusus, misalnya kargo berukuran besar atau tenggat ketat, beserta solusinya.
Pengaturan Teknis dan Urutan Membangun
Buat halaman per layanan dan per rute populer, seperti kirim barang ke Jepang atau jasa impor dari Tiongkok. Sediakan versi bahasa Inggris jika melayani klien asing. Mulailah dari form penawaran, penjelasan layanan, dan legalitas, lalu tambahkan pelacakan dan studi kasus. Ukur berapa form yang masuk dan berapa yang berlanjut menjadi kiriman.
FAQ Seputar website freight forwarder
Perlukah mencantumkan tarif?
Tarif berubah mengikuti pasar, jadi lebih aman menampilkan contoh perhitungan dan meminta data kiriman untuk penawaran.
Bagaimana melayani klien yang belum tahu HS code?
Sediakan opsi tidak tahu di form dan tawarkan bantuan klasifikasi barang.
Apakah fitur pelacakan wajib?
Tidak wajib di awal. Tautan pelacakan dari pelayaran atau maskapai sudah cukup membantu.
Mau website freight forwarder yang mempercepat penawaran? Jasa Pembuatan Website Freight Forwarder. Live mulai 2 hari kerja, garansi 30 hari.



