Ringkasan: Elementor adalah page builder drag and drop yang populer karena tampilannya visual dan fleksibel, sedangkan Gutenberg adalah editor blok bawaan WordPress yang lebih ringan dan terintegrasi langsung dengan inti WordPress. Elementor unggul untuk desain landing page yang kompleks, Gutenberg unggul untuk kecepatan dan konten artikel. Berikut perbandingan Elementor vs Gutenberg dari 6 sisi.
Daftar Isi
Hampir semua orang yang membuat website WordPress akan berhadapan dengan pertanyaan ini: pakai page builder atau editor bawaan saja? Pilihan ini memengaruhi kecepatan website, kemudahan tim mengelola konten, hingga biaya jangka panjang. Tidak ada jawaban yang benar untuk semua kasus, tetapi ada pilihan yang lebih tepat untuk kebutuhan tertentu.

Mengenal Elementor
Elementor memungkinkan kamu menyusun halaman dengan menyeret widget seperti judul, gambar, tombol, dan formulir, lalu melihat hasilnya secara langsung. Versi gratis sudah cukup lengkap, sementara versi Pro menambahkan theme builder, formulir lanjutan, dan template premium.
Mengenal Gutenberg
Gutenberg adalah editor blok yang menjadi standar WordPress sejak versi 5.0. Setiap elemen konten berupa blok, misalnya paragraf, gambar, atau tombol. Dengan tema blok modern, Gutenberg kini juga bisa dipakai untuk mendesain seluruh situs. Informasi resminya tersedia di halaman Gutenberg di WordPress.org.
Mau dibantu tim kami? Cek jasa buat website WordPress dari Bikinwebsite.co, lengkap dengan paket dan contohnya.
Lihat paket →Perbandingan Elementor vs Gutenberg
1. Kemudahan Penggunaan
Elementor terasa lebih intuitif bagi pemula karena semua pengaturan visual tersedia di panel samping. Gutenberg sedikit butuh adaptasi, tetapi sangat nyaman untuk menulis artikel.
2. Fleksibilitas Desain
Elementor unggul untuk tata letak rumit, animasi, dan pengaturan responsif per perangkat. Gutenberg semakin mampu, tetapi masih bergantung pada tema dan plugin blok tambahan.
Baca juga: Sistem Informasi Berbasis Web: 6 Contoh Penerapan dan Manfaatnya untuk Bisnis
3. Kecepatan
Gutenberg menghasilkan kode lebih ringan sehingga halaman cenderung lebih cepat. Elementor memuat skrip dan gaya tambahan, meski bisa dioptimalkan dengan pengaturan performa dan cache.
4. Biaya
Gutenberg sepenuhnya gratis. Elementor gratis untuk fitur dasar, sedangkan fitur lanjutan memerlukan lisensi Pro tahunan.
5. Ketergantungan
Konten yang dibuat dengan Elementor akan berantakan jika plugin dinonaktifkan. Konten Gutenberg tetap tampil normal di hampir semua tema.
6. Kemudahan untuk Tim
Untuk tim marketing yang sering membuat landing page kampanye, Elementor mempercepat pekerjaan. Untuk tim konten yang rutin menulis artikel, Gutenberg lebih efisien.

Rekomendasi Berdasarkan Kebutuhan
- Blog dan website berita: Gutenberg untuk kecepatan dan kesederhanaan.
- Landing page iklan: Elementor untuk desain yang menonjol dan cepat diubah.
- Company profile: keduanya bisa; Elementor jika desain sangat spesifik, Gutenberg jika mengutamakan performa.
- Kombinasi: halaman utama dan landing page dengan Elementor, artikel dengan Gutenberg.
Apa pun pilihannya, pastikan tema yang dipakai mendukung editor tersebut dengan baik. Panduannya ada di cara memilih tema WordPress. Jika website terasa berat, lihat juga penyebab WordPress lambat.
Pertimbangan Saat Berpindah Editor
Jika website kamu sudah dibangun dengan salah satu editor dan ingin berpindah, rencanakan dengan matang. Berpindah dari Elementor ke Gutenberg berarti halaman perlu disusun ulang, karena tata letak Elementor tidak otomatis berubah menjadi blok. Sebaliknya, berpindah dari Gutenberg ke Elementor lebih mudah, tetapi menambah beban plugin.
Baca juga: 8 Tips Foto Produk untuk Website agar Katalog Terlihat Profesional
- Mulai dari halaman dengan trafik terbesar dan uji kecepatannya setelah dipindah.
- Simpan salinan halaman lama sebagai draf untuk berjaga-jaga.
- Periksa kembali judul, meta deskripsi, dan link internal setelah halaman disusun ulang.
Dengan langkah bertahap, perpindahan editor bisa dilakukan tanpa mengganggu pengunjung maupun peringkat pencarian, dan tim punya waktu untuk beradaptasi dengan cara kerja yang baru.
Kesimpulan
Perdebatan Elementor vs Gutenberg sebenarnya tidak perlu dimenangkan salah satu pihak. Elementor memberi kebebasan desain dan kecepatan kerja bagi tim marketing, sedangkan Gutenberg menawarkan performa, kesederhanaan, dan ketahanan jangka panjang. Tentukan prioritas kamu, apakah tampilan yang sangat spesifik atau kecepatan dan kemudahan perawatan, lalu pilih editor yang paling mendukung prioritas tersebut. Jika ragu, mulai dengan Gutenberg dan tambahkan Elementor hanya untuk halaman yang benar-benar membutuhkannya.
FAQ Seputar Elementor vs Gutenberg
Apakah bisa memakai keduanya di satu website?
Bisa. Kamu dapat memilih editor per halaman, misalnya Elementor untuk landing page dan Gutenberg untuk artikel blog.
Apakah Elementor buruk untuk SEO?
Tidak. SEO lebih ditentukan oleh konten, struktur heading, dan kecepatan. Elementor tetap bisa cepat dengan optimasi yang benar.
Mana yang lebih mudah dirawat jangka panjang?
Gutenberg, karena merupakan bagian inti WordPress dan tidak bergantung pada plugin pihak ketiga.
Bingung memilih editor yang tepat? Serahkan pada jasa buat website WordPress Bikinwebsite.co. Kami pilihkan kombinasi editor dan tema yang paling sesuai dengan kebutuhan tim kamu.



