Ringkasan: Keamanan website perusahaan bergantung pada kombinasi SSL, pembaruan rutin, password kuat dengan verifikasi dua langkah, backup terjadwal, firewall, serta pembatasan hak akses. Website yang diretas bukan hanya merusak citra, tetapi juga bisa menyebarkan malware ke pengunjung dan membuat domain masuk daftar hitam Google.
Daftar Isi
Banyak pemilik bisnis berpikir peretas hanya mengincar perusahaan besar. Kenyataannya, sebagian besar serangan dilakukan oleh bot otomatis yang memindai ribuan website setiap hari untuk mencari celah, tanpa peduli ukuran perusahaannya. Website company profile yang jarang diperbarui justru sering menjadi sasaran empuk karena plugin dan temanya sudah usang.

Ancaman yang Paling Sering Terjadi
- Brute force login: bot mencoba ribuan kombinasi username dan password.
- Celah plugin dan tema: versi lama yang punya kerentanan publik dieksploitasi otomatis.
- Malware dan spam injeksi: website disisipi link judi online atau halaman phishing.
- Defacement: tampilan halaman utama diganti oleh peretas.
- DDoS: server dibanjiri trafik palsu hingga website tidak bisa diakses.
9 Langkah Menjaga Keamanan Website
1. Pasang SSL
SSL mengenkripsi data antara browser dan server, sekaligus menghilangkan peringatan “Not Secure” di browser.
2. Perbarui Sistem Secara Rutin
Update CMS, tema, dan plugin minimal sebulan sekali. Hapus plugin yang tidak dipakai karena tetap bisa menjadi pintu masuk.
3. Password Kuat dan Verifikasi Dua Langkah
Gunakan password panjang yang unik untuk setiap akun admin, dan aktifkan verifikasi dua langkah.
4. Batasi Hak Akses
Berikan peran sesuai kebutuhan. Penulis artikel tidak perlu akses administrator. Nonaktifkan akun yang sudah tidak dipakai.
Baca juga: Cara Jualan Online untuk UMKM: 8 Langkah agar Cepat Laku
5. Backup Otomatis di Lokasi Terpisah
Simpan backup harian atau mingguan di luar server utama, dan uji proses restore secara berkala.
6. Gunakan Firewall
Web application firewall menyaring trafik berbahaya sebelum mencapai website, termasuk percobaan login berulang.
7. Batasi Percobaan Login
Kunci sementara alamat IP yang gagal login beberapa kali dan ganti alamat halaman login bawaan bila memungkinkan.
8. Pantau Perubahan File dan Uptime
Layanan pemantauan memberi peringatan ketika website mati atau ada file yang berubah tanpa izin.
9. Pilih Hosting yang Aman
Hosting dengan isolasi akun, pemindaian malware, dan dukungan cepat sangat menentukan. Panduannya ada di cara memilih hosting.

Mau dibantu tim kami? Cek jasa pembuatan website perusahaan dari Bikinwebsite.co, lengkap dengan paket dan contohnya.
Lihat paket →Tanda Website Kamu Sudah Diretas
Waspadai jika muncul halaman asing di hasil pencarian Google, pengunjung dialihkan ke situs lain, ada akun admin yang tidak dikenal, atau Google Search Console mengirim peringatan masalah keamanan. Segera ganti semua password, pulihkan dari backup bersih, lalu cari dan tutup celah penyebabnya. Panduan resmi pemulihan dapat dibaca di dokumentasi Google untuk situs yang diretas.
Baca juga: 7 Kelebihan WordPress untuk Website Bisnis dan Kekurangannya (2026)
Checklist Bulanan yang Bisa Diterapkan
Agar keamanan website tidak hanya menjadi wacana, jadikan pengecekan berikut sebagai rutinitas bulanan. Tugaskan satu orang sebagai penanggung jawab dan catat hasilnya di spreadsheet sederhana.
- Periksa dan pasang semua pembaruan CMS, tema, dan plugin.
- Pastikan backup terakhir berhasil dan bisa diunduh.
- Tinjau daftar pengguna admin dan hapus akun yang tidak aktif.
- Cek laporan keamanan di Google Search Console.
- Pastikan sertifikat SSL masih berlaku dan akan diperpanjang otomatis.
Lima langkah ini hanya memakan waktu sekitar tiga puluh menit, tetapi mampu mencegah sebagian besar insiden yang umum terjadi pada website perusahaan.
Tanggung Jawab Siapa?
Keamanan adalah kerja sama antara penyedia hosting, developer, dan tim internal. Hosting menjaga server, developer memastikan kode dan plugin aman, sedangkan tim internal menjaga password dan kebiasaan login. Bagi perusahaan tanpa tim IT, layanan maintenance bulanan menjadi cara paling praktis agar pembaruan dan backup tidak terlewat.
FAQ Seputar Keamanan Website
Apakah SSL saja sudah cukup?
Tidak. SSL hanya mengenkripsi koneksi. Website tetap bisa diretas lewat plugin usang atau password lemah.
Seberapa sering perlu backup?
Untuk website yang jarang diubah, mingguan sudah cukup. Untuk toko online atau website dengan formulir aktif, lakukan backup harian.
Apakah website kecil juga diincar peretas?
Ya. Bot otomatis tidak memilih target berdasarkan ukuran, melainkan berdasarkan celah yang bisa dimanfaatkan.
Ingin website perusahaan yang aman sejak awal? Bangun bersama jasa pembuatan website perusahaan Bikinwebsite.co. SSL, backup, dan pengamanan dasar sudah kami siapkan sebelum website tayang.



