Backup Website: Apa yang Dicadangkan, Seberapa Sering, dan Di Mana Menyimpannya (2026)

Ringkasan: backup website yang baik mencakup file dan database, dibuat otomatis secara terjadwal, disimpan di minimal dua lokasi termasuk di luar hosting, dan diuji pemulihannya secara berkala. Prinsip sederhananya: tiga salinan, dua media berbeda, satu di lokasi terpisah.

Server bisa rusak, pembaruan plugin bisa membuat tampilan berantakan, dan peretas bisa menghapus isi website dalam semalam. Dalam semua kejadian itu, hanya satu hal yang menyelamatkan bisnis kamu: backup website yang lengkap dan bisa dipulihkan. Sayangnya, banyak pemilik usaha baru sadar pentingnya cadangan setelah semuanya hilang.

Panduan ini membahas apa yang perlu dicadangkan, seberapa sering, di mana menyimpannya, dan cara memastikan backup website benar-benar bisa dipakai saat dibutuhkan.

Menyimpan backup website ke hard drive eksternal

Apa yang Harus Dicadangkan?

  • File website: tema, plugin, gambar, dan dokumen yang diunggah
  • Database: isi halaman, artikel, pengaturan, pesanan, dan data pengguna
  • File konfigurasi: pengaturan server dan koneksi database
  • Email bisnis: bila email dikelola di hosting yang sama

Database sering terlupakan, padahal di situlah hampir seluruh isi website tersimpan. Cadangan file tanpa database tidak cukup untuk memulihkan website.

Seberapa Sering Backup Website Dilakukan?

Frekuensinya mengikuti seberapa sering website berubah. Website company profile yang jarang diperbarui cukup dicadangkan mingguan. Website berita atau toko online yang menerima pesanan setiap hari sebaiknya dicadangkan harian, bahkan database-nya beberapa kali sehari. Selalu buat cadangan tambahan sebelum memperbarui plugin, tema, atau mengubah desain.

Baca juga: Desain Website Company Profile: 6 Prinsip agar Perusahaan Terlihat Profesional (2026)

Lagi cari jasa maintenance website WordPress? Tim Bikinwebsite.co bantu dari desain sampai website siap online.

Lihat paket →

Di Mana Menyimpan Backup Website?

Penyimpanan di Hosting

Banyak hosting menyediakan cadangan otomatis. Ini berguna untuk pemulihan cepat, tetapi tidak cukup sendirian karena jika akun hosting bermasalah, cadangannya ikut hilang.

Penyimpanan Cloud Terpisah

Simpan salinan di layanan cloud seperti Google Drive, Dropbox, atau penyimpanan objek. Plugin cadangan WordPress umumnya bisa mengirim file cadangan ke layanan ini secara otomatis.

Ruang kerja dengan perangkat penyimpanan untuk backup website

Penyimpanan Lokal

Unduh salinan berkala ke komputer atau hard disk eksternal kantor sebagai lapisan terakhir. Simpan dengan nama file yang mencantumkan tanggal.

Cara Membuat Cadangan Website WordPress

  • Pasang plugin cadangan terpercaya dari direktori plugin WordPress
  • Atur jadwal otomatis untuk file dan database
  • Hubungkan ke penyimpanan cloud di luar hosting
  • Tentukan berapa banyak cadangan lama yang disimpan, misalnya 14 hari terakhir
  • Aktifkan notifikasi email bila proses cadangan gagal

Setelah plugin terpasang, jalankan cadangan manual pertama dan pastikan file benar-benar terkirim ke penyimpanan cloud. Buka folder tujuan, periksa ukuran file, dan pastikan ada dua bagian: arsip file website dan arsip database. Langkah kecil ini sering menemukan masalah izin akses atau kuota penyimpanan yang penuh.

Uji Pemulihan Secara Berkala

Backup website yang tidak pernah diuji hanyalah harapan. Setiap beberapa bulan, coba pulihkan cadangan ke lingkungan uji atau subdomain staging. Pastikan halaman tampil normal, gambar muncul, dan formulir berfungsi. Catat berapa lama proses pemulihan agar kamu tahu perkiraan waktu bila terjadi masalah sungguhan.

Baca juga: Elementor vs Gutenberg: 6 Perbandingan untuk Memilih Editor WordPress

Kesalahan Umum Soal Cadangan Website

  • Hanya mengandalkan cadangan dari hosting
  • Mencadangkan file tetapi lupa database
  • Cadangan disimpan di folder website itu sendiri
  • Tidak pernah mengecek apakah jadwal cadangan masih berjalan
  • Tidak pernah mencoba memulihkan

Cadangan adalah bagian dari perawatan rutin yang lebih luas, dibahas di panduan maintenance website. Jika website sudah terlanjur bermasalah, baca langkah saat website kena hack.

Serahkan Urusan Backup ke Tim yang Mengurus

Jika tidak ingin repot mengatur dan memeriksa cadangan, jasa maintenance website WordPress di Bikinwebsite.co sudah termasuk pencadangan otomatis ke lokasi terpisah dan pengecekan rutin, mulai Rp350.000 per bulan.

FAQ Seputar Backup Website

Berapa lama cadangan website disimpan?

Simpan beberapa versi terakhir, misalnya cadangan harian 14 hari dan cadangan bulanan beberapa bulan. Dengan begitu kamu bisa kembali ke kondisi sebelum masalah muncul.

Apakah cadangan website memperlambat website?

Proses cadangan bisa membebani server sesaat. Jadwalkan di jam sepi pengunjung, misalnya dini hari.

Apakah hosting sudah pasti membuat backup?

Tidak selalu, dan kebijakannya berbeda-beda. Periksa paket hosting kamu dan tetap siapkan cadangan sendiri di luar hosting.

Tidak ingin kehilangan website karena lupa backup? Lihat paket maintenance WordPress. Mulai Rp350.000 per bulan, termasuk backup otomatis ke lokasi terpisah.

Logo Bikinwebsite.co

TENTANG PENULIS

Tim Editorial Bikinwebsite.co

Tim web developer, desainer, dan SEO dari Bikinwebsite.co, layanan pembuatan website dari LOPOKOPI.CO, agency digital marketing yang berjalan sejak 2016 dan berstatus Google Partner serta Meta Business Partner. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman membangun dan mengelola website klien di berbagai industri.

Menemukan informasi yang keliru atau sudah tidak relevan? Kabari kami lewat halaman kontak. Kenali kami lebih jauh di Tentang Kami.

Hubungi Kami di WhatsApp Klik Disini untuk Konsultasi Gratis!!
Klien Bikinwebsite.co